Implementasi Permainan Pjok Berbasis Aktivitas Motorik Untuk Meningkatkan Kosa Kata Dan Keterampilan Berbicara Siswa Sekolah Dasar
Keywords:
PJOK, aktivitas motorik, kosa kata, keterampilan berbicara, kelas rendah SDAbstract
Penguasaan kosa kata dan keterampilan berbicara pada siswa kelas rendah sekolah dasar merupakan fondasi penting bagi keberhasilan literasi di jenjang berikutnya. Namun, praktik di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia di kelas I–II masih dominan berbasis lembar kerja dan hafalan, sementara potensi aktivitas fisik dan permainan di mata pelajaran PJOK jarang dimanfaatkan untuk pengembangan bahasa lisan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan mengimplementasikan permainan PJOK berbasis aktivitas motorik untuk meningkatkan kosa kata dan keterampilan berbicara siswa kelas I dan II sekolah dasar. Program dilaksanakan di satu sekolah dasar mitra SD Inpres Batu Karaeng dengan subjek 60 siswa (30 siswa kelas I dan 30 siswa kelas II). Desain evaluasi menggunakan one group pretest–posttest design yang meliputi: analisis kebutuhan, penyusunan paket permainan PJOK berbasis aktivitas motorik berbahasa, pelatihan guru, implementasi selama 8 kali pertemuan PJOK, serta evaluasi melalui tes kosa kata lisan, tugas berbicara terstruktur, lembar observasi partisipasi, dan wawancara guru.Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata kosa kata dari 42,0 menjadi 72,5, dan keterampilan berbicara dari 40,5 menjadi 71,5. Nilai normalized gain (N-Gain) untuk kosa kata sebesar 0,53 dan untuk keterampilan berbicara sebesar 0,52 (kategori sedang). Persentase siswa yang mencapai KKM (≥70) pada aspek kosa kata meningkat dari 15,0% (9 siswa) menjadi 78,3% (47 siswa), sedangkan pada keterampilan berbicara meningkat dari 13,3% (8 siswa) menjadi 75,0% (45 siswa). Observasi partisipasi menunjukkan peningkatan keaktifan siswa dari sekitar 52% menjadi 88%. Guru melaporkan bahwa permainan motorik berbahasa membuat siswa lebih berani berbicara, lebih mudah mengingat kata-kata baru, dan suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Dapat disimpulkan bahwa implementasi permainan PJOK berbasis aktivitas motorik efektif sebagai model pengabdian kepada masyarakat berbasis sekolah untuk meningkatkan kosa kata dan keterampilan berbicara siswa kelas I dan II. Program ini direkomendasikan untuk direplikasi dan dikembangkan sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka di SD.
References
Asher, J. (1969). The Total Physical Response approach to second language learning. The Modern Language Journal, 53(1), 3–17.
Barsalou, L. W. (2008). Grounded cognition. Annual Review of Psychology, 59, 617–645.
Brown, H. D. (2001). Teaching by Principles: An Interactive Approach to Language Pedagogy (2nd ed.). Longman.
Cameron, L. (2001). Teaching Languages to Young Learners. Cambridge University Press.
Donnelly, J. E., et al. (2016). Physical activity, fitness, cognitive function, and academic achievement in children: A systematic review. Medicine & Science in Sports & Exercise, 48(6), 1197–1222.
Kemendikbudristek. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen pada Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Nation, I. S. P. (2013). Learning Vocabulary in Another Language (2nd ed.). Cambridge University Press.
Zeng, N., Ayyub, M., Sun, H., et al. (2017). Effects of physical activity on motor skills and cognitive development in early childhood: A systematic review. BioMed Research International, 2017, 2760716.
