Peran  Guru Bimbingan Konseling dalam Meningkatkan Kemampuan Memilih Karir dan Studi Lanjut  Peserta Didik di SMA Negeri Kotamobagu Boltim

Authors

  • Firly Matoka Universitas Negeri Manado Author
  • Ariantje J. A. Sundah Universitas Negeri Manado Author
  • Djailan Mansur Universitas Negeri Manado Author

Keywords:

Studi Lanjut, Bimbingan Konseling, Peran Guru BK, Kemampuan Memilih Karir

Abstract

Kemampuan peserta didik dalam memilih karier dan studi lanjut merupakan salah satu fokus penting layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling oleh guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kemampuan peserta didik memilih karier dan studi lanjut di SMA Negeri Kotamobagu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara terhadap dua guru bimbingan dan konseling, kepala sekolah, satu guru mata pelajaran, dan empat peserta didik, serta didukung dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bimbingan dan konseling telah merancang dan melaksanakan layanan yang terprogram sejak awal kelas XII melalui layanan klasikal, kelompok, dan individual. Layanan difokuskan pada pemahaman diri peserta didik sebagai dasar dalam menentukan pilihan karier dan studi lanjut. Pelaksanaan layanan tersebut berdampak pada meningkatnya kemampuan peserta didik dalam memfokuskan dan menyesuaikan pilihan karier dan studi lanjut dengan potensi diri. Namun demikian, kemampuan tersebut juga dipengaruhi oleh faktor kognitif dan kondisi ekonomi peserta didik.

References

Beck, A. T. (1976). Cognitive therapy and the emotional disorders. International Universities Press.

Brown, D., & Brooks, L. (1987). Career choice and development: Applying contemporary theories to practice (2nd ed.). Jossey-Bass.

Crites, J. O. (1981). Career counseling: Models, methods, and materials. McGraw-Hill.

Dahlan, S. (2004). Kecenderungan pola minat jabatan siswa SMA. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 2(2), 131–136.

Dahlan, S. (2005). Penggunaan inventori Spok Tuah Arahan Diri (STAD) dalam membantu siswa SMA memahami dirinya. Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan, 32(2), 98–106.

Ginzberg, E. (1987). Career development. In D. E. Super (Ed.), Career choice and development (pp. 169–191). Jossey-Bass.

Gottfredson, G. D., & Johnstun, M. L. (2009). John Holland’s contributions: A theory-ridden approach to career assistance. The Career Development Quarterly, 58(2), 99–107. https://doi.org/10.1002/j.2161-0045.2009.tb00054.x

Gysbers, N. C., & Henderson, P. (2012). Developing and managing your school counseling program (5th ed.). American Counseling Association.

Holland, J. L. (1997). Making vocational choices: A theory of vocational personalities and work environments (3rd ed.). Psychological Assessment Resources.

Lent, R. W., Brown, S. D., & Hackett, G. (2000). Contextual supports and barriers to career choice: A social cognitive analysis. Journal of Counseling Psychology, 47(1), 36–49. https://doi.org/10.1037/0022-0167.47.1.36

Moleong, L. J. (2010). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Savickas, M. L. (2013). Career construction theory and practice. In S. D. Brown & R. W. Lent (Eds.), Career development and counseling: Putting theory and research to work (2nd ed., pp. 147–183). John Wiley & Sons.

Super, D. E. (1990). A life-span, life-space approach to career development. Jossey-Bass.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Matoka, F., Sundah , A. J. A. ., & Mansur , D. (2025). Peran  Guru Bimbingan Konseling dalam Meningkatkan Kemampuan Memilih Karir dan Studi Lanjut  Peserta Didik di SMA Negeri Kotamobagu Boltim. Studies and Applications in Psychology and Education Sciences, 1(1), 1-13. https://parspectivepublishing.org/index.php/sapiens/article/view/19